Kisah Penjual Nasi Di Kantin
Alkisah di sebuah tempat perkuliahan ada seorang pemuda yang selalu memesan nasi putih tanpa lauk kepada penjual nasi dikantin karena pemuda itu hanya mempunyai uang seadanya yang hanya bisa untuk memesan nasinya saja. Setiap jam istirahat dikantin dia hanya memakan nasi putih dan tambahan kuah yang diberikan sebagai bonus dari Bapak dan Ibu penjual nasi tersebut.
Setiap pulang pemuda itu selalu memesan nasi putih yang dibungkus untuk dibawa pulang. Tetapi dengan baiknya hati Bapak dan Ibu pemilik kantin itu tiap nasi putih yang dibawa pulang selalu diselipkan ayam goreng didalamnya. Kejadian itu berlangsung sampai pemuda itu lulus dari tempat perkuliahan itu. Sampai pada suatu hari salah satu kantor ternama ingin menggusur kantin tersebut. Ibu dan Bapak penjual kantin tersebut bingung harus bekerja dan mencari uang dimana sedangkan penghasilan mereka hanya dari hasil menjual nasi dikantin. Hingga pada saat itu ada seorang pemuda yang menghampiri Bapak dan Ibu tersebut.
“Bapak dan Ibu apa kabar, saya pemuda yang dulu selalu memesan nasi putih tanpa lauk”
“Wah nak, sudah sukses sekarang”
“Alhamdulillah Bu saya bisa seperti sekarang juga berkat kebaikan hati Ibu dan Bapak dulu, terima kasih ya Bu dan saya sekarang ingin membantu Ibu dan Bapak. Bagaimana kalau Ibu dan Bapak bekerja di kantin kantor saya Bu”
“Wah alhamdulillah terima kasih nak Ibu dan Bapak sangat senang”
Akhirnya Ibu dan Bapak penjual nasi dikantin itu bekerja di kantin kantor tersebut dan pemuda tersebut sudah menganggap Bapak dan Ibu penjual nasi di kantin adalah orang tuanya sendiri.
Hanya sebuah kebaikan sekecil apapun, asal ikhlas dan tulus, pasti akan membuahkan kebahagiaan dan keberkahan yang sangat besar.
Foto by : Bloggeran blogspot . com

Komentar
Posting Komentar